0
Berita

1. Puasa Tasu’a

  • Waktu: Tanggal 9 Muharram dalam kalender Hijriyah.

  • Hukum: Sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

  • Dalil: Nabi ﷺ bersabda:

    “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”
    (HR. Muslim)

  • Tujuan: Untuk membedakan amalan puasa umat Islam dari puasa orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.


2. Puasa Asyura

  • Waktu: Tanggal 10 Muharram.

  • Hukum: Sunnah muakkadah.

  • Keutamaan: Menghapus dosa setahun yang lalu.

    Nabi ﷺ bersabda: “Puasa pada hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)


3. Puasa Ayamul Bidh

  • Waktu: Tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah.

  • Disebut “Bidh” karena malam-malam tersebut bulan sedang purnama (putih terang).

  • Hukum: Sunnah.

  • Keutamaan:

    “Puasa tiga hari setiap bulan seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari & Muslim)

© 2024 SDIT Kaffah Islamic School – All Rights Reserved

X